Penurunan yang signifikan terjadi pada pembelian produk olahan singkong dari “Kampoeng Telo”, akibatadanya pandemi Covid-19. Pada Maret 2020 daya serap produk olahan singkong mulai berkurang sebesar35% dan terus mengalami penurunan sampai dengan pertengahan 2020. Perajin olahan singkong di“Kampoeng Telo” yang mengandalkan area pasar Kota Semarang kesulitan untuk memperluas jangkauanpasar disebabkan oleh pembatasan sosial. Hal tersebut mendorong perajin untuk memperluas jangkauanpasar menggunakan perangkat digital berbasis jaringan internet. Peningkatan kemampuan memperluasjangkauan pasar olahan singkong dilakukan dengan pendampingan implementasi modul literasi digitalberbasis perangkat android kepada 20 pelaku usaha olahan singkong di “Kampoeng Telo”, KelurahanKandri. Terdapat peningkatan kemampuan literasi digital berbasis perangkat android pada pelaku usahaolahan singkong yang diukur dari meningkatkan kuantitas jejaring di akun media sosial yang dimilikiperajin. Daya serap pasar yang berasal dari jejaring baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Copyrights © 2020