Desa Ngudi Makmur Samiran Parangtritis merupakan salah satu sentra produksi bawang merah diIndonesia. Proses tata kelola yang efisien akan memberikan kelayakan harga yang diterima petani atasharga di tingkat eceran. Tengkulak dan pedagang besar menguasai tata niaga bawang merah, sehinggafarmer’s sharerelatif kecil dibanding dengan pedagang pengumpul. Para pedagang umumnya memilikigudang penyimpanan sehingga pada saat harga jatuh di musim panen raya masih dapat dikendalikandengan memanfaatkan gudang tersebut. Petani terpaksa melepas bawang merah dengan harga yangditentukan pedagang karena tidak memiliki gudang. Kelompok tani belum memiliki lembaga yangdigunakan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya secara terpadu, sehingga perlu mendirikan koperasisebagai wadah untuk kemandirian kelompok, pengembangan dan pengelolaan hasil pertanian. Programini bertujuan untuk mewujudkan pemberdayaan petani melalui pengembangan kelembagaan ekonomipetani dalam bentuk Koperasi Produsen. Metode yang digunakan dalam penguatan kelembagaanekonomi petani dalam bentuk pendampingan (edukasi, focus group discussion, coaching dan mentoring)yang menjadi bagian dari proses pendirian koperasi produsen. Hasil dan implikasi dari pendampinganini adalah proses pendirian kelembagaan ekonomi petani sampai ke notaris dalam bentuk koperasiprodusen yang berorientasi usaha agrobisnis dan agroindustri yang mewadahi penyelenggaraan pasarlelang dan penyedia saprodi bagi petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok taniNgudi Makmur, Samiran, Parangtritis, Bantul.
Copyrights © 2019