Perempuan adalah suatu keindahan yang dapat ditangkap oleh indra yang merupakan karya agung Sang Pencipta. Tetapi tak jarang karya yang indah ini sering menjadi tempat pelampiasan nafsu yang berujung pada kekerasan. Kekerasan yang dilakukan acap kali diidentikkan dengan sang “adam” sebagai pelaku tindakan tersebut. Walau tak jarang bahwa tindakan ini juga dilakukan oleh sesama perempuan yang merasa status atau derajatnya lebih tinggi dibanding perempuan lain. Dalam konteks Perjanjian Lama, Alkitab menceritakan tentang kisah sebuah keluarga, yang merupakan bapa leluhur Israel, yakni Abraham yang juga dikenakan status sebagai “bapa segala orang percaya” dengan istrinya yakni Sara, yang kemudian diceritakan memberikan hamba perempuannya, Hagar, untuk menyempurnakan keluarga dari status aib karena tidak bisa memiliki keturunan (Kejadian 16). Disinilah awal mula kekerasan ini terjadi antara sesama perempuan yang berbeda status (Kejadian 21:8-21). Akankah ini menjadi sebuah pemicu masalah kekerasan terhadap perempuan? Bagaimana kekristenan memahaminya?
Copyrights © 2020