Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMERINTAHAN YANG BENAR DAN ADIL MENURUT YESAYA 32:1-8 DAN IMPLEMENTASINYA BAGI JEMAAT GMIBM “EXODUS” SININDIAN KOTAMOBAGU Tuela, Anita Inggrith
Tumou Tou Volume IV, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.787 KB)

Abstract

Setelah selang lebih kurang 18 tahun era reformasi bergulir, maka suatu tata pemerintahan yang bersih dan baik menjadi dambaan segenap anak bangsa di republik tercinta ini. Namun, dalam realita kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat oknum pejabat pemerintah yang tidak bertindak dengan benar dan adil dalam menjalankan tugas yang diembankan kepadanya. Padahal selaku pemerintah jabatan yang diemban merupakan suatu amanat, mandat dan berkat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga sudah selayaknya dan sepantasnya keadilan dan kebenaran dijunjung tinggi oleh mereka yang dipercayakan duduk dalam pemerintahan. Untuk itulah maka studi tentang pemerintah yang benar dan adil menjadi penting. Kitab Yesaya, lebih khusus Proto Yesaya memberi pelajaran yang berharga tentang bagaimana pemerintahan yang benar dan adil. Di tengah asa dan damba umat yang sementara berada dalam keadaan terpuruk karena menerima ketidakadilan, maka sang nabi mengangkat teks Yesaya 32:1-8. Kerinduan yang sama pula dimiliki oleh Jemaat GMIBM ExodusSinindianKotamobagu, yang adalah warga masyarakat yang “minoritas” dalam wilayah pemerintahan Kota Kotamobagu. Untuk itu peneliti bermaksud menggali lebih dalam tentang pemerintahan yang benar dan adil menurut Yesaya 32:1-8 dan implementasinya bagi jemaat GMIBM “Exodus” SinindianKotamobagu. Dalam kerja penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutikkritk historis.Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah berusaha mengkaji dengan saksama teks Yesaya 32:1-8 tentang pemerintahan yang benar dan adil serta mendapatkan implementasi pesan teks Yesaya 32:1-8 bagi jemaat GMIBM “Exodus” SinindianKotamobagu.
RIVALITAS PEREMPUAN DALAM PL (Tinjauan Biblika terhadap persaingan Sara dan Hagar) Anita Inggrith Tuela; Mario Marchellino Benyamin
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.212 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v1i1.84

Abstract

Perempuan adalah suatu keindahan yang dapat ditangkap oleh indra yang merupakan karya agung Sang Pencipta. Tetapi tak jarang karya yang indah ini sering menjadi tempat pelampiasan nafsu yang berujung pada kekerasan. Kekerasan yang dilakukan acap kali diidentikkan dengan sang “adam” sebagai pelaku tindakan tersebut. Walau tak jarang bahwa tindakan ini juga dilakukan oleh sesama perempuan yang merasa status atau derajatnya lebih tinggi dibanding perempuan lain. Dalam konteks Perjanjian Lama, Alkitab menceritakan tentang kisah sebuah keluarga, yang merupakan bapa leluhur Israel, yakni Abraham yang juga dikenakan status sebagai “bapa segala orang percaya” dengan istrinya yakni Sara, yang kemudian diceritakan memberikan hamba perempuannya, Hagar, untuk menyempurnakan keluarga dari status aib karena tidak bisa memiliki keturunan (Kejadian 16). Disinilah awal mula kekerasan ini terjadi antara sesama perempuan yang berbeda status (Kejadian 21:8-21). Akankah ini menjadi sebuah pemicu masalah kekerasan terhadap perempuan? Bagaimana kekristenan memahaminya?
Menembus Dominasi: Menelaah Pemahaman Jemaat dan Upaya Dekonstruksi terhadap Teks-Teks Kekerasan dalam Alkitab serta Implikasinya dalam Pendidikan Anak di Jemaat Germita Bukit Sinai Melonguane Barat Anita Inggrith Tuela; Frety Cassia Udang; Yolanda Nany Palar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 8 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.263 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6613279

Abstract

This study aims to describe the violence in the Bible that frames the portrait of people's journey, encounter and association with God. Traces of blood, traces of domination, and traces of discrimination are the things that characterize the biblical narrative. Its presence in the Bible often makes it a reference to legitimize violence or also makes the congregation confused in understanding God and his intentions. In addition, this study also seeks to understand God's intention so that readers can eliminate or at least obscure the topic of violence as an effort of theodicy. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through unstructured interviews and literature study. Based on the research results obtained from the congregation's answers regarding the understanding of violent texts, it is illustrated that the congregation is still conceptualized on the dominant understanding as the result of standard dogmatic interpretations that have been passed down for so long. It is inherent as a standard paradigm for the congregation. The congregation prefers to see it from a wider angle so that taboos and unusual things that appear in the text can be marginalized. The results of the congregation's reading of violent texts became the entry point for this research effort to deconstruct these texts. This deconstruction effort is a contribution of creative critical thinking to the repertoire of people's understanding of violent texts in the Bible. This research is expected to be able to build awareness that claims of violence in the Bible are one-sided claims that ignore the merits of the biblical text and the laws of the Bible comprehensively. In addition, the results of this study have implications for children's education as an effort to provide an understanding of violence in the Bible, so that they can understand God's intent in texts with nuances of violence in the Bible. In fact, they can understand the negative impact of acts of violence.
TRADISI IBRAHIM SEBAGAI PINTU MASUK DIALOG ISLAM DAN KRISTEN DI KELURAHAN RANOTANA WERU Anita Inggrith Tuela
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.544 KB)

Abstract

Realitas kemajemukan bangsa Indonesia terlihat pada suku, budaya, bahasa, agama, dan lain-lain. Dalam realitas tersebut kehidupan yang toleran dan rukun nampak terlihat. Akan tetapi pada wiliyah tertentu dan pada saat tertentu berlangsung benturan bahkan konflik sebangsa yang bermotif atau memperalat agama. Dari pertemuan antara dua agama monotheis terbesar di Indonesia, yakni Islam dan Kristen, acap kali terlibat dalam benturan bahkan konflik, dikarenakan sikap “eksklufisme”, yang beranggapan bahwa agama atau kepercayaannyalah yang paling benar. Sedangkan di luar agamanya adalah sesat, kafir, atau musyirk. Padahal kedua agama tersebut sama-sama mengembangkan tradisi keagamaan antara lain melalui figur Ibrahim / Abraham sebagai teladan iman yang benar di hadapan Allah. Namun perbedaan pemahaman tentang “iman yang benar” telah dan sedang menjadi motif yang membuat kedua pemeluk agama itu saling bertentangan. Fenomena ini juga terlihat di Kelurahan Ranotana Weru. Padahal diharapkan dari sikap iman Ibrahim / Abraham dapat membuka dialog Islam dan Kristen. Yang tidak terbatas pada dialog formal tapi pada sebuah dialog kehidupan atau dialog kerja. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah, menjadikan tradisi Ibrahim sebagai pintu masuk bagi dilaog Islam dan Kristen di Kelurahan Ranotana Weru. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan melakukan observasi langsung, wawancara dengan informan, studi kepustakaan, dan dokumen-dokumen tertulis yang relevan.
YHWH: Kajian Kritik Sosial Terhadap Sumber Yahwis Dalam Kisah Abram, Yakub, dan Musa dan Implementasinya Bagi Jemaat GPIG Efrata Gentuma Gorontalo Anita Inggrith Tuela; Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.716 KB)

Abstract

Artikel ini hendak menyajikan uraian disekitar penggunaan nama YHWH dalam kisah Abram, Yakub dan Musa dan implementasinya di jemaat GPIG “Efrata” Gentuma Gorontalo. Adapun pendekatan yang dipakai yakni hermeneutik kritik sosial untuk penelitian teks sedangkan untuk penelitian lapangan digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa yang hendak dikatakan sumber Yahwis mengenai substansi YHWH serta mendapaikan implementasinya bagi jemaai GPIG “Efrata” Gentuma Gorontalo. Dari hasil penelitian dan pembahasan didapati pertama, sumber Yahwis dalam kisahAbram, Yakub, dan Musa memberikan penggambaran mengenai substansi YHWH sebagai Allah yang mampersatukan dalam pemerintahan monarki Daud. Kedua, ajaran yang mengeksklusifkan nama YHWH sebagai satu-satunya nama yang benar blsa menjadi ancaman yang memacah-belah kasatuan jemaat dan masyarakat.
PEREMPUAN GAMBAR ALLAH Anita Inggrith Tuela
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.858 KB)

Abstract

Manusia sebagai laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah, yang diciptakan menurut gambar-Nya. Sebagai gambar Allah, manusia laki-laki dan perempuan diciptakan untuk menjadi mitra satu dengan yang lain. Manusia laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang berpasangan, yang diciptakan sepadan. Untuk itu maka yang seharusnya terjadi adalah tidak ada superioritas atau pun inferiorritas. Akan tetapi dalam kenyataan, pembagian peran secara seksual antara laki- laki dan perempuan telah membuat terjadinya marjinalisasi peran perempuan dalam sektor "domestic", sedangkan laki-laki pada sektor "public". Padahal kesaksian Alkitab menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah, yang diciptakan sebagai gambar Allah, punya hakikat dan martabat, tapi juga untuk menjadi mitra satu dengan yang lain. Adapun yang menjadi tujuan dari tulisan ini adalah, menganalisa dan membuat refleksi teologis atas tulisan Yonky Karman tentang ."Perempuan Sesama Penyandang Gambar Allah", dari sudut pandang Biblika PL dengan pendekatan tematik dan social. Dimana dari hasil analisa dan refleksi atas tulisan Yonky Karman didapati bahwa sebagai sesama penyandang gambar Allah, laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama untuk berperan dalam semua bidang kehidupan. Pembagian peran seksual yang menempatkan perempuan pada posisi marginal, sesungguhnya tidak Alkitabiah. Sebagai penyandang gambar Allah, maka perempuan bebas untuk mengembangkan dirinya, dengan memanfaatkan karunia yang Tuhan berikan padaNya, baik intelektualnya, maupun bakat-bakat lainnya.
Reinterpretation of the Story of Lea and Rahel and Its Contribution to Christian Education Anita Inggrith Tuela; Esther Heydemans; Semuel Selanno
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 4 No 1 (2021): International Journal of Education, Information Technology, and Others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.196 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4667991

Abstract

The aim of this study was to describe and to analyze a Biblical text, the story of Leah and. In order to find and to answer the statement of the qualitative research methods was used. For the text analysis, the researcher used investigative feminist hermeneutic approach. In collecting data the techniques of: observation, interviews, and documentation studies were applied. In analyzing data, the techniques performed were reducing data, displaying data and verifying data. Data validation was carried out by credybility checking through triangulation, peer discussion and member checking and then transferability checking, dependability and confirmability checking. The study revealed that: Based on the reinterpretation with hermeneutic feminist investigation of the biblical text, the story of Leah and Rachel, women were abused by the unfair patriarchal culture. It was concluded that the reinterpretation of the biblical text from women perspective was requaried for the freedom and transformation, so that it could be contribution for transformative christian education.
Analysis of Higher Order Thinking Skills (HOTS) Based on Bloom Taxonomy in Comprehensive Examination Questions Anita Inggrith Tuela; Yolanda Nany Palar
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 8, No 4 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v8i4.5885

Abstract

The study aims to examine the distribution of questions in the Higher Order Thinking Skills (HOTS) category on the comprehensive examination of the Biblical Major at the IAKN Manado Theology Study Program, with the indicator for the Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions based on the revised Bloom's Taxonomy. A descriptive method with a qualitative approach was applied. Data which was sourced from the comprehensive examination of Biblical Major at Theology Study Program of IAKN Manado, then analyzed using an interactive analysis model by Miles and Huberman, including data condensation, data display, verification, and conclusion. Analysis of questions was according to the revised Bloom's Taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The results indicated that the comprehensive examination questions of Biblical majors at the Theology Study Program were taken from 15 courses with a total of 100 questions. Of the 100 questions, it was found that 9 courses contained HOTS questions and 6 courses contained questions classified in the MOTS and LOTS categories. Specifically, the percentages in each cognitive level were as follows, C6 at 1%, C5 at 16%, C4 at 23%, C3 at 38%, C2 at 8% and C1 at 14%. Thus, the HOTs level achieved 40%, the MOTS level reached 38%, while the LOTS level got 22%. It was concluded that the comprehensive examination questions of the Biblical Major at the Theology Study Program of IAKN Manado were dominated by the HOTS questions, although they were not evenly distributed in all questions of the subjects tested. The results of this study can be used as a reference in the preparation of exam questions for all subjects, so that the test administrator team or educators can determine the quality of each question made. Furthermore, the test administrators will also be able to map the categories of questions based on HOTS, MOTS, and LOTS, therefore the exam questions quality can be improved which affects the increase of students' higher-order thinking skills (HOTS).
Filosofi Sitou Timou Tumou Tou Merawat Manusia Dalam Bingkai Moderasi Beragama Tuela, Anita Inggrith; Palar, Yolanda Nani; Kalintabu, Heliyanti
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral  Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v4i2.447

Abstract

Sitou Timou Tumou Tou is a philosophy that lives in the life of the Minahasa people. This philosophy has existed for a long time and this philosophy was initiated by Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, with the intention that the Minahasa people uphold to love and love fellow humans. However, over time, the meaning of this philosophy began to shift from Minahasa society. This shift can be seen in several situations, where there is bullying between religions, different cultures, and even the same religion and culture, brawls between villages that cause casualties. This study aims to examine the meaning of the philosophy of Sitou Timou Tumou Tou, furthermore, connect the meaning of the philosophy with Christian values and integrate these values with the principles of religious moderation, and socialize this paper to one of the intended villages in Bolaang Mongondow North Sulawesi, then carry out a Group Discussion Forum in the village. To achieve this research goal, it is necessary to use appropriate research methods. The research method used is qualitative research method with a literature study approach and using the FGD method. The results of this study show that the human values contained in the philosophy of Sitou Timou Tumou Tou are in line with the human values contained in religious moderation. The philosophy of Sitou Timou Tumou Tou is rooted in Christian values contained in the Bible regarding the teaching of love for fellow humans.
Sosialisasi: Membangun Spirit Moderasi Beragama Pada Anak Sejak Dini Di Sekolah Dasar Inpres Desa Tontalete Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Tuela, Anita Inggrith; Emor, Yefta Harni; Rogahang, Heldy; Thanya Sweety Tan; Trifena Delia Ticoalu; Chezia Christiani Gloria Kaunang; Brigita Belina Senewe; Penina Embelina Yandewoa; Atika Lunder; Irvandi Wando; Gabriel Samuel Igir; Felani Enjeelnina Esther Takahipe; Windy Ester Sahede; Herlando Supit; Talita Barnetji Gagola; Paulus Hengki Womsiwor; Yanti Dalending
HOSPITALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): November
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/10.70420/hospitalitas.v1i4.57

Abstract

Keberagaman merupakan sebuah kekayaan bagi negara Indonesia yang harus disyukuri, keberagaman di negara Indonesia mencakup suku, ras, bahasa, etnis bahkan agama. Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dimana individu diharapkan untuk menjalani kehidupan beragaman secara berimbang dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, moderasi beragama menuntut individu untuk tidak terlalu ekstrim dalam mengekspresikan keyakinan agamanya, untuk itu moderasi beragama bukan hanya harus dipahami oleh orang dewasa tetapi juga harus dipahami oleh anak-anak sejak dini guna untuk membekali mereka dalam menjalani kehidupan yang beragam, maka dari itu peneliti mengkaji penelitian dengan judul; Sosialisasi: Membangun Spirit Moderasi Beragama Pada Anak Sejak Dini di SD Inpres Tontalete, melihat juga di SD Inpres Tontalete pemahaman mengenai moderasi beragama sangat minim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menggunakan 5 langkah pendekatan yaitu Discovery (Menemukan), Dream (Impian), Design (Merancang), Design (Merancang), dan Refleksi dan Evaluasi. Dengan melakukan penelitian ini diharapkan bagi anak atau peserta didik untuk dapat memahami konsep moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, bagi orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai moderasi beragama, karena pendidikan terpenting dan utama dari keluaraga dan penting juga bagi tenaga pendidik untuk dapat memberikan pengajaran mengenai moderasi beragama kepada anak sejak dini agar anak-anak dapat dibekali dengan pengetahuan yang mendalam mengenai moderasi beragama.