Artikel ini membahas mengenai gaya komunikasi pustakawan terhadap pemustaka dengan focus pada komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih di mana pustakawan bertindak sebagai komunikator dan mahasiswa sebagai komunikan dan keduanya saling bertukar pesan dalam suatu komunikasi yang efektif. Pustakawan adalah orang yang ahli dalam bidang perpustakaan (Sudjatmoko, 1992 : 142). Pustakawan menggunakan komunikasi formal dan komunikasi non formal dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi di antara para anggota organisasi yang secara tegas diatur oleh struktur organisasi. Komunikasi informal yaitu komunikasi yang dilakukan bila komunikasi formal mengalami kemacetan atau buntu. Kegiatan membaca adalah suatu perilaku mahasiswa yang dapat diamati oleh orang lain yang terjadi dalam waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan menggunakan metode survey. Penelitian explanation berusaha untuk menjelaskan sebab akibat yang ada diantara fenomena-fenomena yang dipelajari, dalam hal ini antara gaya komunikator dengan kegiatan membaca mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung terus menerus selama jam pelayanan UPT Perpustakaan yaitu pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Kegiatan membaca mahasiswa akan diukur dalam fasefase tertentu yaitu jumlah kunjungan dalam satu bulan, jumlah buku yang dibaca, jenis buku yang dimanfaatkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku tersebut dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya komunikasi pustakawan dengan kegiatan membaca mahasiswa.
Copyrights © 2011