AbstrakArtikel ini membahas tentang identitas kepustakawanan Indonesia dengan pendekatan kebudayaan, khususnya budaya organisasi. Budaya organisasi memiliki potensi sebagai sumber keunggulan kompetitif, oleh karena itu budaya organisasi harus didesain sedemikian rupa sehingga menjadi suatu nilai yang unik dan hanya dimiliki organisasi tersebut. Perpustakaan perlu menemukan budaya organisasinya, karena (1) positioning perpustakaan di dalam benak masyarakat masih belum menguntungkan, (2) perubahan yang terjadi di perpustakaan sangat cepat, bukan saja sistem operasi dan organisasi, tetapi sampai pada level paradigma dan (3) tanpa ada perubahan yang signifikan, bukan tidak mungkin perpustakaan hilang karena kalah bersaing dengan Lembaga informasi yang baru. Upaya menciptakan budaya perpustakaan setidaknya harus dilakukan dengan mengaktualisasikan beberapa hal, yaitu (1) sejarah perpustakaan, (2) nilai dasar dan keyakinan, (3) simbol yang kasat mata dan (4) Bahasa dan ritual.
Copyrights © 2011