Indonesia saat ini merupakan salah satu Negara yang memiliki daya saing rendah. Berdasarkan laporan United Nations Development Program, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2011 diurutan 124 dari 187 negara yang disurvei, dengan skor 0,617. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sesungguhnya belum memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi globalisasi dan liberalisasi.Salah satu dimensi dasar pembangunan manusia diukur dengan tingkat baca tulis. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2004 juga menunjukkan bahwa angka buta aksara penduduk Indonesia hampir 15 juta atau 8%. Penduduk berusia tua ternyata lebih tinggi dibanding penduduk usia muda, sedangkan angka buta aksara penduduk usia muda lebih banyak ditemukan di pedesaan (15,5 : 12,8), sebaliknya angka buta aksara penduduk usia tua lebih banyak di perkotaan (39,1 : 30,4). Kemampuan keaksaraan ditentukan oleh tingkat pendidikan sehingga mayoritas (84,3%) tidak/belum pernah sekolah dan sisanya pernah bersekolah maksimal sampai kelas IV Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Artinya, ada anak yang sudah pernah sekolah tetapi tidak bisa membaca. Kemungkinannya adalah: (1) pada dasarnya mereka belum bisa membaca; atau (2) mereka menjadi buta huruf kembali (rellapsed illiteracy) setelah tidak sekolah.
Copyrights © 2013