This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Adin Bondar
Perpustakaan Nasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Logical Framework Pembangunan Perpustakaan Desa/Kelurahan dalam Rangka Peningkatan Kegemaran Membaca Adin Bondar
Media Pustakawan Vol 20, No 2 (2013): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.171 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i2.935

Abstract

Indonesia saat ini merupakan salah satu Negara yang memiliki daya saing rendah. Berdasarkan laporan United Nations Development Program, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2011 diurutan 124 dari 187 negara yang disurvei, dengan skor 0,617. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sesungguhnya belum memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi globalisasi dan liberalisasi.Salah satu dimensi dasar pembangunan manusia diukur dengan tingkat baca tulis. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2004 juga menunjukkan bahwa angka buta aksara penduduk Indonesia hampir 15 juta atau 8%. Penduduk berusia tua ternyata lebih tinggi dibanding penduduk usia muda, sedangkan angka buta aksara penduduk usia muda lebih banyak ditemukan di pedesaan (15,5 : 12,8), sebaliknya angka buta aksara penduduk usia tua lebih banyak di perkotaan (39,1 : 30,4). Kemampuan keaksaraan ditentukan oleh tingkat pendidikan sehingga mayoritas (84,3%) tidak/belum pernah sekolah dan sisanya pernah bersekolah maksimal sampai kelas IV Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Artinya, ada anak yang sudah pernah sekolah tetapi tidak bisa membaca. Kemungkinannya adalah: (1) pada dasarnya mereka belum bisa membaca; atau (2) mereka menjadi buta huruf kembali (rellapsed illiteracy) setelah tidak sekolah.
Penerapan Manajemen Perubahan dalam Peningkatan Daya Saing di Lembaga Perpustakaan Adin Bondar
Media Pustakawan Vol 19, No 3 (2012): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan (change) merupakan suatu fenomena yang harus terjadi  dalam kehidupan organisasi. Bukan saja pada organisasi yang berorientasi pada profit juga organisasi nirlaba atau lembaga publik. Pada hakekatnya, kehidupan organisasi selalu diliputi oleh perubahan secara berkelanjutan. Hal ini dikarenakan adanya faktor eksternal yang mendorong terjadinya perubahan. Menurut Habbel, (2010) perubahan merupakan proses yang terus menerus dalam dunia bisnis. Karena itu perubahan perlu dipahami untuk mengurangi tekanan resistensi terhadap perbubahan itu sendiri.  Lingkungan Perpustakaan Nasional sebagai organisasi menghadapai lingkungan yang dinamis dan berubah Lingkungan eksternal cenderung merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan. Lingkungan eksternal mendorong dinamika global, sehingga lembaga perpustakaan menjadi organisasi yang terbuka dan fleksibel.
Analisis Pembangunan Bidang Perpustakaan terhadap Peningkatan Kualitas Manusia dan Penurunan Kemiskinan Adin Bondar
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.462 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.178

Abstract

Abstrak Indonesia berpotensi menjadi raksasa ekonomi baru dunia. Peluang ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia melalui bonus demografi 2035. Kunci utama adalah hadirnya masyarakat literat atau berpengetahuan yang dibangun melalui pembudayaan kegemaran membaca melalui perpustakaan. Paradigma baru pengelolaan perpustakaan adalah perpustakaan menjadi ruang interaksi terbuka melalui strategi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui transformasi ini, akan membangun pemikiran diskursif dan kosmopolitanisme. Yakni, lahirnya pengetahuan praksis sehingga seseorang menjadi terbuka, kritis, kreatif, dan inovatif. Masyarakat yang literat sangat berkorelasi positif terhadap peningkatan pendapatan dan pembangunan ekonomi masyarakat. Maka dari itu, kebijakan dan strategi pembangunan bidang perpustakaan fokus pada: pertama, peningkatan konektivitas infrastruktur perpustakaan; kedua, peningkatan konten atau sumber bacaan terapan/praksis; ketiga, peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan sebagai pendamping literasi masyarakat, dengan menjadikan budaya literasi indikator pembangunan makro yang diselaraskan melalui rencana pembangunan nasional, provinsi, kabupaten/ kota, dan desa serta menjadikan literasi sebagai gerakan budaya nasional dan penguatan ekosistem literasi dengan konsep “multi-stakeholder partnerships”. Abstract Indonesia has the potency to become world new economy giant. This opportunity is supported by the availability of natural and human resources through demography bonus in 2035. The main key is the presence of literate and knowledgeable society built through reading avidity cultivation by means of library. Library management new paradigm is library as open interaction space through social inclusion-based library transformation strategy. This transformation will establish discursive thinking and cosmopolitanism, namely the birth of practical knowledge so that one can be open-minded, critical, creative, and innovative. Literate society correlates positively towards increase of income and society economy development. Therefore, policy and library development strategy focus on, firstly library infrastructure connectivity improvement; secondly, content or applied/practical reading resources improvement; thirdly, capacity improvement of library personnel as society literacy companion by making literacy culture as macro development indicator harmonised through national, provincial, regency/city and village development plan and making literacy as national culture movement and literacy ecosystem strengthening with multi-stakeholder partnership concept.