Pasar Ampah merupakan pasar tradisional terbesar dan tertua di kota Ampah. Namun dalam perkembangannya saat ini terjadi penurunan aktivitas ekonomi, hal ini diindikasikan dengan berkurangnya jumlah pedagang yang ditunjukkan oleh banyaknya kios dan los yang kosong atau tidak digunakan pedagang untuk berjualan. Untuk meningkatkan aktivitas pasar tersebut perlu dirumuskan strategi pengelolaannya, yang antara lain dapat didasarkan pada aspek kepuasan pelanggan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur persepsi dan harapan pelanggan dan mengetahui faktor-faktor yang dianggap penting yang merupakan kekuatan dan kelemahan Pasar Ampah serta merumuskan strategi pengelolaan yang tepat. Alat yang digunakan adalah analisa tingkat kesesuaian persepsi dan harapan, analisa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan dan analisa perumusan strategi. Data sekunder diperoleh melalui survai instansional. Data primer diperoleh melalui survai lokasi, kuesioner kepada responden pelanggan Pasar Ampah dan pejabat Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 219 responden, yang terdiri dari 125 orang pengunjung, 90 orang pedagang, dan 4 orang pejabat pemerintah.Hasil analisa tingkat kesesuaian persepsi dan harapan menunjukkan bahwa pelanggan belum mendapatkan kepuasan dari operasi dan pelayanan Pasar Ampah. Berdasarkan analisa faktor-faktor kekuatan dan kelemahan didapat faktor kekuatan terdiri dari faktor lokasi dan aksesibilitas (kelancaran akses jalan, alat transportasi umum), dan faktor fasilitas (sarana penerangan/ listrik). Faktor kelemahan terdiri dari faktor desain fisik (struktur bangunan bertingkat, kondisi bangunan pasar), dan faktor fasilitas (sarana air bersih, sarana pemadam kebakaran). Strategi pengelolaan yang tepat diperoleh berdasarkan analisa perumusan strategi yaitu strategi meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang (strategi turn around) dengan langkah: 1) Peningkatan, penyediaan dan pengelolaan sarana air bersih bekerjasama dengan PDAM Ampah; 2) Minimalisasi bahaya kebakaran dengan penyediaan sarana pemadam kebakaran, penataan pedagang dan kerjasama dengan instansi terkait dengan memanfaatkan infrastruktur pendukung yang baik; 3) Membangun jembatan penghubung antar bangunan bertingkat untuk mempermudah akses jalan bagi pedagang maupun pengunjung; 4) Penataan dan pengaturan pedagang untuk menarik pengunjung dan pedagang; 5) Peremajaan/ perbaikan bangunan pasar yang rusak.
Copyrights © 2016