Dalam rangka pemanfaatan lahan pasang surut yang tepat guna diperlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu dalam analisa dan database lahan rawa, khususnya di daerah Rawa Barambai Kabupaten Barito Kuala yang sangat potensial dalam kategori wilayah rawa pasang surut. Penyediaan informasi tersebut akan membantu ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air dan lahan rawa tersebut. Perlu adanya sistem kelola Potensi dan kendala, target, tahapan pengembangan untuk menjadikannya daerah rawa pasang surut yang tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian lahan dalam satuan lahan unit berdasarkan tabel ISDP 1996 yang selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi data spasial/peta dengan menggunakan aplikasi SIG, yaitu Quantum GIS. Untuk mendapatkan hasil berupa peta kesesuaian lahan dan zona pengelolaan air yang selanjutnya digunakan untuk klasifikasi peruntukan dan pengelolaan lahan rawa pasang surut, terlebih dahulu perlu menganalisa parameter-parameter yang diperlukan dalam penyusunan kategori kesesuaian lahan rawa sesuai Tabel ISDP 1996. Parameter-parameter tersebut berupa kedalaman tanah organik, nilai KTK, nilai kadar abu, drainabilitas, salinitas, kedalaman pirit dan instrusi salin. Hasil analisis dari jenis dan kedalaman tanah organik, nilai KTK, nilai kadar abu, drainabilitas, salinitas, kedalaman pirit dan instrusi salin didapatkan kelas kesesuaian lahan berupa Satuan Lahan (SL) untuk daerah Rawa Barambai yang terdiri dari SL II dan IV. Dari klasifikasi SL tersebut didapatkan hasil analisis untuk Zona Pengelolaan Air (ZPA) pada Rawa Barambai adalah ZPA IV dan VIII. Untuk ZPA IV peruntukan dan pengelolaannya adalah padi tadah hujan/ padi sawah irigasi pompa dengan tanaman keras yang diusahakan pada guludan. Sedangkan untuk ZPA VIII peruntukan dan pengelolaannya adalah tanaman keras dan padi tadah hujan.
Copyrights © 2017