Postmodernism seems to be something scary for Christian belief. His acceptance of relativity and his rejection of absolute truth seemed to be a significant obstacle for the world of Christian education. This study is library research using a descriptive qualitative approach in data collection. The findings in this study are: postmodernism is an antithesis of modernism; implementation of Postmodernism perspective on Christian Religious Education; Postmodern has a role in learning Christian religious education and curriculum design for Christian religious education as an answer to postmodernism. The research concludes that educators view postmodernism as an opportunity to develop competence and open themselves to the times. So that Christian Religious Education can be realized and face competition in the era of globalization.AbstrakPostmodernisme tampaknya menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kepercayaan Kristen. Penerimaannya terhadap relativitas dan penolakannya terhadap kebenaran mutlak tampaknya menjadi hambatan yang signifikan bagi dunia pendidikan Kristen. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam pengumpulan datanya. Temuan dalam penelitian ini adalah: postmodernisme merupakan antitesis dari modernisme; implementasi perspektif Postmodernisme pada Pendidikan Agama Kristen; Postmodern memiliki peran dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen dan desain kurikulum pendidikan agama Kristen sebagai jawaban terhadap postmodernisme. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendidik memandang postmo-dernisme sebagai peluang untuk mengembangkan kompetensi dan membuka diri terhadap perkembangan zaman. Sehingga Pendidikan Agama Kristen dapat terwujud dan menghadapi persaingan di era globalisasi.
Copyrights © 2021