Sejumlah program dan kebijakan telah dikerahkan oleh pemerintah Aceh dalam menanggulangi bencana global COVID-19, namun saat ini belum ada tanda-tanda bahwasanya masyarakat sudah sepenuhnya bisa bernafas lega dan mengucapkan selamat tinggal pada Corona. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kebijakan ataupun program dari pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian di sini adalah pendekatan mixed-methods, yaitu kuantitatif melalui metode survei dan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol Kesehatan 4M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan) dianggap sebagai kebijakan yang paling ampuh dalam meredam penyebaran virus COVID-19 menurut persepsi masyarakat Aceh. Sementara itu, pemberlakuaan jam malam di era pandemi dianggap sebagai program yang sangat tidak popular di mata masyarakat Aceh. Terlepas dari pro-kontra masyarakat Aceh terhadap sejumlah paket kebijakan dalam penanganan pandemi sejak 2020, pemerintah sudah mencoba memaksimalkan kinerja mereka dalam penanggulangan COVID-19 ini. Maka dari itu, untuk tercapainya tujuan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan COVID-19 dari bumi Aceh, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling mendukung dalam memerangi virus tersebut. Diharapkan agar pemerintah untuk terus konsisten dalam menjaga masyarakat dari bahaya COVID-19, dan diharapkan juga untuk menerbitkan sejumlah kebijakan maupun program yang dapat mengakhiri pandemi dengan tepat dan cepat.
Copyrights © 2022