Sebelum kemerdekaan Indonesia, organisasi-organisasi perempuan sudah cukup berkembang. Secara keseluruhan tujuan utama organisasi tersebut adalah membangun kekuatan harkat dan martabat sebagai perempuan. Dalam konteks pra kemerdekaan, diskriminasi perempuan umum dijumpai di dalam kehidupan sosial, seperti pergundikan, minimnya akses terhadap pendidikan, upah kerja yang murah, pembatasan akses di sektor publik, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sisi lain, bahwa perlawanan terhadap diskriminasi perempuan tidak hanya lahir dari organisasi perempuan, tetapi Mas Marco menciptakan teks-teks sastra yang bertujuan untuk membuka kesadaran identitas perempuan terhadap pembaca dan mengecam keras bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa teks-teks pemahaman menyoal perempuan cukup efektif disajikan melalui bentuk sastra. Sastra dengan leluasa menyajikan narasi tokoh perempuan panutan yang konteksnya tidak jauh dari peristiwa pembacanya. Teks-teks sastra Mas Marco bisa menjadi modal pembacanya untuk akumulasi di dunia kontekstual. Jadi, kekuatan gerakan perempuan tidak hanya dilakukan dalam bentuk organisasi terstruktur tetapi menyajikan teks narasi sastra sama-sama mempunyai potensi untuk menciptakan kesadaran pada seseorang.
Copyrights © 2022