Adrika Fithrotul Aini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Bingkai Media: Studi Atas penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dalam Koran Harian Bangsa Adrika Fithrotul Aini
Farabi Vol 12 No 1 (2015): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will discuss the interpretation of the Qur’anic verses in Harian Bangsa newspaper, specifically appeared in rubric of “Tafsir al-Qur’an Aktual.” The article includes themes in Desember 2014 and Januari 2015 only. From the explanation of Qur’anic exegesis appeared in the media, this article will discuss about the values contained to inform the religious teaching with comparing between Qur’an’s exegesis the earliest issues. The analysis shows that indeed the content of Tafsir al-Qur’an Aktual rubric is more oriented on the social religious.
Interpretasi Makna Khalifah dalam Al-Qur’an: Perspektif Hermeneutika Ma’na-Cum-Maghza Adrika Fithrotul Aini
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v3i2.1100

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai makna khalifah yang oleh beberapa oknum atau kelompok dimaknai dengan berbeda-beda. Beberapa poin bahasannya ditekankan pada apa makna sinkronik kata khalifah dari masa Qur’anik hingga pasca Qur’anik dan bagaimana makna signifikan yang dihasilkan dari penafsiran kata ini yang dapat direlevansikan dengan berbagai konteks yang ada. Penelitian dengan bentuk studi pustaka dan analisis teori ma’na cum maghza menjadi landasan dasar metode yang penulis gunakan. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa makna kata khalifah terjadi pergeseran, yaitu dari makna pengganti ke makna pengelola atau pelaksana. Ada dua makna kata khalifah, yaitu secara horizontal antara fitrah manusia dengan Allah dan secara vertikal antara sesama manusia. Penyebutan khalifah berimplikasi kepada tugas dan tanggungjawab yang harus diemban dalam menjaga stabilisasi kehidupan di muka bumi, baik mengenai kualifikasi khalifah atau pun job description yang perlu dilaksanakan. Tulisan ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah tafsir tentang makna khalifah dalam konteks sosial-politik Islam. Dengan memberikan kerangka konseptual yang lebih utuh tentang makna khalifah dengan menyingkap dimensi sinkronik dan diakroniknya, tulisan ini memungkinkan terbangunnya pemahaman yang tidak hanya bersifat tekstual-normatif, tetapi juga kontekstual dan fungsional.
NARASI SASTRA, CITRA PEREMPUAN PRIBUMI DAN GERAKAN FEMINIS PRA KEMERDEKAAN Agus Sulton; Adrika Fithrotul Aini
Sasando Vol 5 No 1 (2022): SASANDO VOL 5 NO 1 APRIL 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v5i1.173

Abstract

Sebelum kemerdekaan Indonesia, organisasi-organisasi perempuan sudah cukup berkembang. Secara keseluruhan tujuan utama organisasi tersebut adalah membangun kekuatan harkat dan martabat sebagai perempuan. Dalam konteks pra kemerdekaan, diskriminasi perempuan umum dijumpai di dalam kehidupan sosial, seperti pergundikan, minimnya akses terhadap pendidikan, upah kerja yang murah, pembatasan akses di sektor publik, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sisi lain, bahwa perlawanan terhadap diskriminasi perempuan tidak hanya lahir dari organisasi perempuan, tetapi Mas Marco menciptakan teks-teks sastra yang bertujuan untuk membuka kesadaran identitas perempuan terhadap pembaca dan mengecam keras bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa teks-teks pemahaman menyoal perempuan cukup efektif disajikan melalui bentuk sastra. Sastra dengan leluasa menyajikan narasi tokoh perempuan panutan yang konteksnya tidak jauh dari peristiwa pembacanya. Teks-teks sastra Mas Marco bisa menjadi modal pembacanya untuk akumulasi di dunia kontekstual. Jadi, kekuatan gerakan perempuan tidak hanya dilakukan dalam bentuk organisasi terstruktur tetapi menyajikan teks narasi sastra sama-sama mempunyai potensi untuk menciptakan kesadaran pada seseorang.