Salah satu metode perbaikan pipa tanpa menghentikan aliran fluida yang mengalir adalah sleeve repair dengan pengelasan in-service. Risiko hydrogen cracking pada pengelasan in-service dapat dihindari dengan mengontrol kekerasan pada HAZ maksimum 350 VHN. Pada penelitian ini, dilakukan pengelasan melingkar pada konfigurasi sleeve tipe B berdiameter 4" dan tebal 6 mm menggunakan metode pengelasan FCAW (semi otomatis) dengan aliran air sebesar 5 liter/menit. Alat yang digunakan untuk pengelasan adalah robot memutar sederhana pada pipa dan mesin las Daiden MIGi 200 dengan elektroda E71T-11 berdiameter 0,8 mm. Beberapa parameter pengelasan seperti arus, voltase, dan kecepatan feed elektroda diatur konstan berturut-turut sebesar 120 ampere, 20 volt, dan 7,5 meter/menit. Sementara kecepatan pengelasan divariasikan mulai dari tercepat 10 mm/detik, 6 mm/detik, hingga paling lambat 1 mm/detik. Kekerasan pada las sendiri teramati lebih tinggi dari HAZ. Sementara itu, kekerasan pada CGHAZ diamati lebih tinggi daripada FGHAZ. Kekerasan HAZ cenderung meningkat seiring bertambahnya kecepatan pengelasan. Nilai kekerasan maksimum untuk kecepatan 1, 6, dan 10 mm/s (atau heat input 4.800, 400, dan 240 J/mm) berturut-turut sebesar 250, 351, dan 465 VHN. Menimbang batasan kekerasan yang diacu, potensi terjadinya hydrogen cracking dapat diamati pada kecepatan pengelasan 6 mm/s (heat input 400 J/mm) sehingga direkomendasikan agar pengelasan dilakukan dengan kecepatan di bawah itu.
Copyrights © 2022