Permintaan jagung manis di Indonesia mengalami peningkatan namun terdapat kendala seperti produktivitasnya menurun. Untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan perakitan varietas jagung manis hibrida. Karakter fenologi penting untuk diketahui, karena berpengaruh terhadap pembentukan biji pada tongkol tanaman jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan calon jagung manis hibrida MS-UNSIKA yang Unggul berdasarkan karakter fenologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai September 2021 di Kebun Ambu Pusakamulya, Desa Pusakamulya, Kec. Kiara Pedes, Kab. Purwakarta. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang diulang 3 kali. Perlakuan menggunakan 33 calon jagung manis hibrida UNSIKA dan 3 varietas komersial Bonanza F1, Talenta F1 dan Exotic F1. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata pada parameter umur bunga jantan 50%, umur bunga betina 50%, ASI, lama pengisian buah dan umur panen dan perlakuan terbaik terdapat pada genotipe UNSIKA 1 pada pengamatan umur bunga jantan 50% (52,33 hst), anthesis silking interval (1,00 hari), UNSIKA 23 pada pengamatan umur bunga 50% (53,67 hst), umur panen UNSIKA 23 (75,33 hst), UNSIKA 26 pada pengamatan lama pengisian biji (11,00 hari), UNSIKA 34 pada bobot tongkol dengan kelobot (375,80 g) dan UNSIKA 43 pada bobot tongkol tanpa kelobot (256,00 g).
Copyrights © 2022