Terbentuknya Pemerintah Federal Transisi Somalia pada tahun 2012 merupakan pencapaian besar bagi proses resolusi konflik, namun perjuangan saja tidak cukup. Somalia masih harus menghadapi segala tantangan dalam menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Al-Shabaab. Konflik yang terjadi menempatkan anak pada situasi yang berbahaya. Dua pihak yang tidak bertanggung jawab, yaitu Tentara Nasional Somalia dan pasukan Al-Shabaab, terus menerus melibatkan anak-anak yang direkrut sebagai tentara dalam konflik bersenjata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Special Representative of the Secretary-General for Children and Armed Conflict (SRSG/CAAC) dalam menangani kasus perekrutan tentara anak di Somalia tahun 2012–2015. Penelitian ini menggunakan teori peran organisasi internasional oleh Biddle. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SRSG/CAAC sebagai organisasi internasional dalam menangani isu perekrutan tentara anak di Somalia berperan sebagai motivator, komunikator, dan perantara. Peran SRSG/CAAC sebagai motivator dilakukan dengan membantu mendorong Pemerintah Federal Transisi Somalia untuk berkomitmen meratifikasi Konvensi SRSG/CAAC tentang Hak Anak. Kemudian menjalankan perannya sebagai komunikator dengan mengumpulkan data laporan tahunan dari tahun 2012 hingga 2015 dan kampanye. Terakhir, perannya sebagai perantara dilakukan dengan memberikan bantuan keuangan dari ECHO dan USAID.
Copyrights © 2022