Sungkai (Peronemaicanescens) seringidisebut sebagai jatiisabrang atau kiisabrang memiliki daun berbentuk sirip ganjil dan majemuk yang terletak berpasangan atau berselang serta lancip pada ujung daunnya. Hasil ujiifitokimia fraksi etanolldaun sungkai terbukti mengandung senyawaaflavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan ffenolik. Adanya senyawa tanin dalam daun sungkai dijadikan dasar pemanfaatannya sebagai inhibitorrkorosi. Penelitian ini bertujuannuntuk mengetahuiipengaruh konsentrasi ekstraks daun sungkai sebagai inhibitorrorganik terhadap laju korosiipaku besi dalam mediumllarutan NaCl. Pada penelitianiini paku besi direndam dalamimediaakorosi larutan NaCll3% yang ditambahkan ekstrak daun sungkai bervariasi konsentrasinya, yaitu 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% selama 7 hari. Berdasarkan hasillpenelitian dapattdiketahui bahwa penambahan ekstrakkdaun sungkai dapattmenurunkan nilaiilaju korosi pada paku besiidalam mediumllarutan NaCll 3%. Laju korosi terendah paku besi terjadi pada penambahan konsentrasi ekstrak daun sungkai 3% sebesar 0,106837 mpy dengan efisiensi inhibisi sebesar 80,306%.
Copyrights © 2021