Dalam pelaksanaan kurikulum banyak kendala yang dihadapi, diantaranya guru yang kurang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, juga faktor siswa rendahnya minat dan motivasi dalam mengukuti pembelajaran serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menggambarkan pelaksanan mastery learning untuk mencapai SK dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Pekanbaru. Untuk mengetahui hal tersebut diajukan rumusan masalah bagaimana pelaksanaan mastery learning dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Pekanbaru dan apakah mastery learning bisa menjadi solusi untuk mencapai standar kompetensi siswa dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Pekanbaru. Ini merupakan penelitian kualitatif, penelitian lapangan (field research) yakni penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung kelapangan untuk menggali dan meneliti data yang berkenaan dengan judul. Adapun responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran agama Islam dan beberapa siswa, sementara teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 1 Pekanbaru telah melaksanakan strategi mastery learning sebagai upaya pencapaian SK dalam pembelajaran PAI semenjak berlakunya KBK 2004 dan KTSP 2006 namun pelaksanaannya belum maksimal dan perlu peningkatan lebih lanjut, adapun faktor pendukung antara lain: 1). Bakat (aptitude), 2). Ketekunan belajar (perseverance), 3). Kualitas pembelajaran (quality of intruction), 4). Kesanggupan untuk menerima pelajaran/kecerdasan (ability to learn) dan 5). Kesempatan untuk belajar (time alwoled for learning.
Copyrights © 2022