Masa pandemik Covid-19 ini membuat kita semua beradaptasi kembali dengan pembatasan-pembatasan kegiatan yang dilakukan. begitupun di dunia pendidikan, tiba-tiba pemerintah memutuskan bahwa proses belajar dan mengajar dilakukan dengan jarak jauh. Bagi anak-anak yang biasa berinteraksi dengan teman-temannya, bermain, belajar, olah raga, makan dan melakukan aktivitas lainnya bersama di sekolah tiba-tiba harus merubah kebiasaan ini, sehingga semua menjadi kaget dan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru ini. Terdapat siswa S yang merasa kesepian karena pembelajaran jarak jauh, sehingga ia melakukan percobaan bunuh diri. Penelitaian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan sampel yang diambil adalah siswa yang orang tuanya melapor ke sekolah bahwa S akan melakukan percobaan bunuh diri. S memiliki kesehatan mental yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa jawaban S ketika ditanyakan apakah ia rutin beribadah atau tidak, S mengatakan bahwa ia tidak rutin melakukan ibadah. Ia belum merasa bahwa ibadah adalah sebuah kebutuhan, bentuk rasa syukur kita kepada sang pencipta.
Copyrights © 2022