Distribusi peluang kontinu adalah distribusi peluang untuk variabel berskala kontinu, dimana didefinisikan ruang sampel memiliki titik sampel yang tak berhingga banyaknya dan sama banyaknya dengan banyak titik pada sepotong garis. Data curah hujan merupakan salah satu contoh data peubah acak kontinu. Pada penelitian ini distribusi peluang kontinu digunakan untuk menganalisis data curah hujan rencana berdasarkan data curah hujan wilayah dari 3 (tiga) stasiun penakar hujan, yaitu stasiun hujan Bayongbong, stasiun hujan Cikajang, dan stasiun hujan Cipasang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang secara administratif berada diwilayah Kabupaten Garut. Beberapa jenis metode distribusi peluang kontinu yang digunakan pada penelitian ini adalah distribusi peluang Gumbel, Log Normal 2 parameter dan Log Pearson type III. Hasil penghitungan ketiga metode tersebut dibandingkan untuk mengetahui tingkat kecocokan metode dalam menghitung curah hujan rencana berdasarkan kriteria besar nilai simpangan dan nilai mean absolut percentage error (MAPE). Berdasarkan hasil hitung tersebut diketahui bahwa metode Gumbel memiliki nilai simpangan sebesar 42.317 mm dengan nilai MAPE sebesar 23,7 %; metode Log Normal 2 Parameter memiliki nilai simpangan sebesar 79.458 mm dengan nilai MAPE sebesar 28,9 %; dan metode Log Pearson Type III memiliki nilai simpangan sebesar 46.543 mm dengan nilai MAPE sebesar 35,0 %. Hal tersebut menunjukan bahwa metode Gumbel yang merupakan metode yang paling cocok untuk menghitung curah hujan rencana karena memiliki nilai simpangan dan nilai MAPE terkecil atau yang paling mendekati data curah hujan aktual.
Copyrights © 2022