Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis risiko pada PT Bank Muamalat Indonesia (BMI). Adapun fokus penelitian ini adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa BMI telah melakukan upaya untuk mengelola risiko dengan meningkatkan kualitas pembiayaan yang tercermin dari tingkat NPF yang menurun pada tahun 2016 setelah mengalami nilai NPF tertiggi ditahun 2015 yaitu sebesar 7,11%. Melihat nilai Market Share (pangsa pasar) BMI yang rata-rata melebihi 20% pada setiap tahunnya, dapat dikatakan BMI memiliki posisi yang kuat namun semakin melemah dari waktu ke waktu yang sejalan dengan besar total asset, tingkat penyaluran pembiayaan dan tingkat DPK memiliki tren menurun dikalangan perbankan. Namun upaya-upaya yang dilakukan BMI dapat dilihat hasilnya, sehingga mengalami sedikit perbaikan pada tahun 2018. Financing to Deposit Ratio (FDR) BMI pada tahun 2018 berada pada nilai 73.18 lebih rendah dari tahun sebelumnya 84.41 (2017). Data tersebut menunjukan bahwa likuiditas BMI semakin longgar dan pembiayaan menjadi kurang produktif dari tahun sebelumnya. Dalam hal ini belum ada langkah progresif yang dilakukan BMI. Selanjutnya diharapkan ada upaya-upaya yang lebih efektif untuk meningkatkan likuiditas pendanaan BMI.
Copyrights © 2021