Radikal bebas dari sinar UV matahari dapat menyebabkan penuaan dini terhadap kulit. Kulit jeruk nipis banyak tumbuh di Indonesia dan berpotensi sebagai antioksidan alami. Antioksidan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas dari sinar UV matahari. Senyawa yang dapat berfungsi sebagai antioksidan diantaranya vitamin C dan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin C dan flavonoida pada fraksi etanolik kulit jeruk nipis serta aktivitas antioksidan pada fraksi maupun krim. Uji kualitatif kandungan vitamin C dan flavonoida pada fraksi etanolik menggunakan pereaksi kimia. Aktivitas antioksidan pada fraksi etanolik dan tiga formula krim fraksi etanolik kulit jeruk nipis (FI, FII, dan FIII dengan konsentrasi fraksi masing-masing 3, 6, dan 9%) dianalisis secara kuantitatif menggunakan reagen 2,2 diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanolik kulit jeruk nipis mengandung senyawa vitamin C, flavonoida dan memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 sebesar 110,52 ppm. Nilai IC50 dari krim fraksi etanolik kulit jeruk nipis pada FI, FII, dan FIII masing-masing sebesar 431,6; 284,67; dan 179,16 ppm, yang lebih baik dari produk pasaran dengan nilai IC50 sebesar 390,83 ± 4,91 ppm.
Copyrights © 2021