Kulit bawang merah (Allium cepa (L.)) yang kurang termanfaatkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Losio merupakan sediaan yang dapat digunakan sebagai produk repelan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan losio ekstrak kulit bawang merah efektif sebagai repelan dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak kulit bawang merah yang efektif dalam sediaan losio sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi kulit bawang merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstrak yang diperoleh diformulasikan sebagai losio dan diuji sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hasil ekstraksi kulit bawang merah diperoleh rendemen 19,8% yang telah diuji skrining fitokimia mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Hasil evaluasi sediaan fisik losio ekstrak kulit bawang merah telah memenuhi persyaratan sebuah losio. Sediaan losio ekstrak kulit bawang merah belum memiliki efektivitas sebagai repelan terhadap Aedes aegypti pada F3 dengan konsentrasi 2% memiliki daya tolak nyamuk sebesar 95,97% pada 30 detik dan 77,19% pada 6 jam perlakuan. Hasil analisis statistik SPSS diperoleh nilai signifikansi <0,05 yang berarti ketiga formulasi losio memiliki perbedaan bermakna dengan kontrol positif.
Copyrights © 2022