Artikel ini membahas mengenai konsep regu pada jejer Amarta dalam pertunjukan wayang kulit lakon Seno Dadi Ratu sajian Ki Wardono. Suasana regu dalam jejeran dapat dihadirkan melalui penggunaan janturan dengan pelafalan ritmis serta pemilihan kata arkhais, ginem dengan tempo dan penekanan yang tepat. Selain itu, bentuk solah dan tancep boneka wayang yang lugas, pelungan, sulukan dhodokan dan keprakan serta penggunaan gendhing yang memiliki konsep ritmis dominan turut mewarnai suasana regu dalam adegan yang ditampilkan sebagai jejer sepisan. Suasana regu dipahami sebagai suasana yang agung, berwibawa, indah, dan khidmad.
Copyrights © 2021