Pasca dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan membuat kami perlu melihat situasi dilapangan, secara khusus yang ingin kami observasi adalah kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Adapun lokasi yang menjadi tempat observasi kami yaitu di Yayasan Perguruan SMP Teladan Sumatera Utara. Berdasarkan observasi yang telah kami lakukan bahwa kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pasca dimulainya pertemuan tatap muka disekolah dapat dikategorikan rendah. Langkah awal yang kami lakukan adalah menghidupkan kembali perpustakaan dengan melakukan pembenahan perpusatakaan, dimulai dengan membersihkan ruangan perpustakaan, menyusun buku-buku dan mengelompokkan buku-buku baik buku sebagai bahan pelajaran maupun buku-buku cerita yang dapat menambah wawasan peserta didik -peserta didik di SMP Teladan Sumatera Utara, mengatur jadwal kunjungan ke perpustakaan. Berbagai jenis kegiatan positif yang kami lakukan sangat terasa dampaknya bagi sekolah teladan sumatera utara. Antusiame dari peserta didik dalam mengujungi serta belajar diperpustakaan membuat sistuasi pembelajaran disekolah tersebut menajdi hidup.Kami berharap kepada pihak sekolah untuk senantiasa merawat perpustakaan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengajak peserta didik untuk tetap meningkatkan literasi dan numerasi dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku serta Menghindari hal – hal dan kegiatan yang mengarah pada hal negatif yang dapat merusak peserta didik tersebut.
Copyrights © 2022