Merokok merupakan suatu prilaku yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Prilaku merokok perokok aktif ini dapat membahayakan kesehatan baik bagi perokok maupun bagi orang lain di sekitarnya. Merokok akan menyebabkan perubahan patofisiologi paru secara signifikan sesuai dengan intensitas dan lama merokok. Tujuan: untuk mengetahui hubungan lama merokok dan jumlah rokok dengan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan pada perokok aktif. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 99 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur lama merokok dan jumlah rokok yang dikonsumsi serta alat ukur pulse oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen dan gerakan dada untuk menghitung frekuensi pernafasan. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki karakteristik lama merokok lebih dari 5 tahun (53,5%), jumlah rokok 11-20 batang perhari (54,5%), saturasi oksigen > 97 (35,4%) dan frekuensi nafas 19-20 (55,6%) serta terdapat hubungan yang signifikan antara lama merokok dan jumlah rokok dengan saturasi oksigen (p<0.05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama merokok dan jumlah rokok dengan frekuensi pernafasan (p>0,05). Kesimpulan: Semakin lama merokok dan semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi perokok aktif maka semakin rendah kadar saturasi oksigen dalam darah.
Copyrights © 2022