JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication)
JAKP, Volume 5, Nomor 1, April 2022

ANALISIS KEBUTUHAN MODAL DAN SUMBER PERMODALAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA JEMBAYAN DALAM (Capital Needs Analysis and Capital Resources of Rice Paddy (Oryza sativa L.) Farming in Jembayan Village in Loa Kulu District of Kutai Kartanegara Regency)

Rita Mariati (Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Sinta ID: 0021036503. https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=Pnd6AjgAAAAJ)
Mariyah Mariyah (Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman)
Carissa Nadine Irawan (Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
23 Mar 2022

Abstract

Permodalan memiliki peran penting dalam usahatani. Namun, aksesibilitas petani terhadap  sumber modal  masih sangat terbatas dan kekurangan  biaya produksi menjadi  kendala.  Jembayan Dalam merupakan desa yang berada di sekitar perusahaan tambang. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi petani, ketersediaan modal, dan sumber modal usahatani padi sawah. Penelitian dilaksanakan April-Juli 2021 di Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana dengan responden 34 orang petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi petani adalah pendidikan 6 tahun, pengalaman berusahatani 17 tahun, pendapatan Rp5.885.450,52/ha/tahun, status kepemilikan lahan milik sendiri, rata-rata luas lahan 1,13 ha, persentase petani tidak menabung 91,18%. Kebutuhan modal usahatani padi sawah sebesar Rp9.339.385,91/ha/tahun. Ketersediaan modal  sebesar 62% dengan kekurangan sebesar Rp3.515.621,21/ha/tahun (38%). ROI sebesar 0,63, dimana 0,63<1. Artinya usahatani padi sawah tidak layak untuk diusahakan. Petani yang memiliki modal bersumber dari modal sendiri sebesar 70,59% dan modal pinjaman sebesar 29,41%. Modal pinjaman usahatani bersumber dari lembaga keuangan (17,65%), pinjaman non-bank (5,88%), dan tengkulak padi (5,88%). Implikasi penelitian ini adalah petani diharapkan mampu mengelola usahatani lebih baik, mengalokasikan pendapatannya kembali untuk usahatani dan lebih terbuka untuk mengakses informasi permodalan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

AKP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences

Description

Journal of Agribusiness and Agricultural Communication (AAC) publishes the results of researches include the aspects agricultural oeconomic, agricultural communication, agricultural extension, and other related aspects. This journal will be issued every six months on April and October. ...