Filsafat pragmatisme yang dipelopori oleh William James dan John Dewey pada hakikatnya manfaat bagi hidup praktis, dengan perkataan lain menitik beratkan bahwa kebenaran ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan memperhatikan kegunaannya secara praktis. Orientasi dan Mobilitas penting dikuasai oleh tunanetra, karena dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut tunanetra dapat hidup secara mandiri sehingga pada gilirannya tidak perlu lagi menggantungkan diri pada orang lain dalam kehidupan di masyarakat dan lingkungannya. Aliran filsafat pragmatisme dapat diterapkan pada kehidupan manusia, tanpa memandang apakah dia manusia awas atau tunanetra. Berbagai aktifitas yang dilakukan pada Orientasi dan Mobilitas dapat menerapkan pegangan pragmatisme, yakni logika pengamatan. Prinsip pragmatisme, yaitu manfaat bagi hidup praktis, dapat diterapkan baik dalam proses kognitif maupun pengetahuan tentang ciri medan, tanda-tanda, sistem penomoran, pengukuran, arah-arah mata angin dan aplikasi dari kelima unsur di atas, yakni pengakraban diri.Kata kunci: Pragmatisme, instrumentalisme, tunanetra, OM
Copyrights © 2013