Pembelajaran mendengarkan cerita melalui Digital Talking Book (DTB) player dapat menjadi salah satu solusi agar anak tunanetra dapat berkembang pola pikirnya bahwa mendengarkan itu bukan hal yang menjenuhkan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Alat psngumpul data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi.Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembuatan program pembelajaran mendengarkan cerita terlebih dahulu melakukan pengamatan terhadap minat siswa, serta sarana dan prasarana yang tersedia, setelah itu merumuskan tujuan pembelajaran, metode yang akan digunakan dan evaluasi pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran mendengarkan dilakukan dalam tiga kali pertemuan.Kata Kunci: Mendengarkan Cerita, Digital Talking Book Player, Tunanetra
Copyrights © 2012