Keterbatasan pendengaran pada anak tunarungu berakibat rendahnya perbendaharaan kata-bahasa Inggris, oleh karena itu perlu teknik pembelajaran khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dua teknik perbelajaran antara media kartu gambar dan Rosetta Stone dalam meningkatkan perbendaharaan kata bahasa Inggris pada anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Counter Balance (rotasi). Sampel penelitian kelas VII-A dan VIII SMPLB di SLBN Cicendo Kota Bandung yang berjumlah sepuluh orang siswa tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Rosetta Stone lebih efektif dibandingkan media kartu gambar dalam meningkatkan perbendaharaan kata bahasa Inggris pada anak tunarungu. Hal ini dikarenakan Rosetta Stone memiliki kelebihan sebagai media berbasis komputer dibandingkan media kartu gambar, yaitu sifatnya visual, terprogram, sistematis, konstruktif, interaktif, dan menyenangkan.Kata Kunci : Rosetta Stone, Kartu Gambar, Bahasa Inggris, Anak Tunarungu
Copyrights © 2016