Tongkat merupakan salah satu alat bantu yang penting bagi kemandirian orientasi dan mobilitas tunanetra. Namun kenyataan di lapangan banyak tunanetra yang tidak menggunakan tongkat saat melakukan mobilitas Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah 6 siswa SMALB di SLBN A Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan 5 subjek penelitian tidak pernah menggunakan tongkat saat melakukan mobilitas di lingkungan sekolah dan Wyata Guna (WG) sedangkan 1 orang subjek penelitian kadang-kadang menggunakan tongkat saat di lingkungan tersebut. Alasan utama mereka tidak menggunakan tongkat saat di lingkungan tersebut adalah karena sudah mengenal lingkungan tersebut. Penggunaan tongkat di luar lingkungan sekolah dipengaruhi oleh ada tidaknya pendamping dan kondisi lingkungan tersebut (sudah dikenal atau belum). Selain itu 2 subjek penelitian menyatakan bahwa mereka hanya menggunakan tongkat saat mata pelajaran OM. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya usaha untuk meningkatkan kesadaran siswa tunanetra tentang manfaat penggunaan tongkat.
Copyrights © 2017