komunikasi simbolik dalam suatu acara tertentu sudah cukup lama berkembang. Tujuan pelaksanaan tersebut merujuk pada agar terhindarnya dari hal-hal yang dapat menimbulkan efek yang kurang baik. Kajian pada penelitian terhadap hal tersebut terbatas pada selamatan orang hamil, bayi lahir, selamatan untuk diri seseorang, atau untuk hajat seseorang. Tujuan yang akan dicapai pada penelitian adalah deskripsi makna âmemetriâ dan bentuk-bentuk komunikasi simbolik yang terjadi pada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna âmetriâ dalam pelaksanaannya memiliki sifat komunal dan individual. âmetriâ yang bersifat komunal yaitu bersih desa memiliki 2 kegiatan dan 2 aktivitas ritual, dawuhan yang dilakukan oleh petani untuk menghormati makhluk yang ada di tempat-tempat irigasi (dam atau bendungan). âmetriâ yang bersifat individual yaitu orang hamil yang dilaksanakan pada usia kandungan sudah mencapai 4 dan 6 bulan dan bayi lahir yang ritualnya dilaksanakan saat usia bayi mencapai 10 hari bagi laki-laki dan 8 hari bagi wanita yang sebelumnya telah dilakukan brokohan. Kata Kunci: Komunikasi Simbolik, âmemetriâ
Copyrights © 2014