Dukungan keluarga terhadap pasien skizofrenia merupakan kunci terwujudnya optimalisasi program pengobatan. Peran perawat dalam pendidikan kesehatan sangat penting agar dukungan keluarga menjadi efektif dan halusinasi ditangani dengan baik. Pendidikan kesehatan dilakukan secara berkelompok kecil dengan diskusi kelompok dan curah pendapat. Halusinasi yang tidak tertangani dengan baik dapat membahayakan diri sendiri, orang lain termasuk keluarga dan lingkungan. Pasien skizofrenia di kota Solok tahun 2018 yang mengalami halusinasi 75 orang, terbanyak di Puskesmas Tanjung Paku 32 orang (42,6). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga skizofrenia yang mengalami halusinasi di Kota Solok.Penelitian bersifat pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest design, pengumpulan data secara wawancara pada September-November 2020 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok. Populasi penelitian adalah keluarga pasien halusinasi yang pernah dirawat di RSJ dan berobat di Puskesmas Tanjung Paku, sejumlah 30 orang. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji T paired-related. Hasil penelitian diperoleh nilai rerata kemampuan responden sebelum serta setelahpemberian intervensi pendidikan kesehatan adalah 3.41dan 7.12, serta terdapat perbedaan rerata kemampuan sebelum dan setelah intervensi pendidikan kesehatan tersebut.
Copyrights © 2021