Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan secara eksperimen bahwa kuat geser ultimit suatu balok beton bertulang akan meningkat bila ditambah fiber lokal dalam adukan beton balok tersebut. Balok beton betulang yang dibuat ukuran 120 mm x 240 mm x 1600 mm sebanyak 6 buah, dengan perincian: (a) tiga buah balok terbuat dari beton biasa dengan sengkang vertikal (kode D1, D2, dan D3), (b) tiga buah balok terbuat dari beton fiber dengan sengkang vertikal (kode D1F, D2F, dan D3F). Berat fiber per meter kubik beton sebesar 46,76 kg, Vf = 0,7%. Tulangan tarik dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dengan tegangan leleh 446 MPa. Tulangan desak dipakai tulangan baja polos berdiameter 16 mm dan 10 mm dengan tegangan leleh 446 MPa dan 379 MPa. Tulangan sengkang vertikal dipakai tulangan baja polos berdiameter 6 mm dengan tegangan leleh 314 MPa. Balok tersebut ditumpu sendi rol pada ujung ujungnya dengan jarak antar tumpuan 1300 mm. Dua beban vertikal ke bawah masing masing sebesar 0,5 P diberikan pada jarak 400 mm dari tumpuan tumpuannya. Pembebanan dilakukan bertahap dengan interval ∆P = 1 ton sampai tercapai beban ultimit balok. Dari hasil pengamatan atas pengujian beban dapat disimpulkan bahwa kuat geser ultimit balok beton bertulang dengan fiber lokal meningkat sebesar 20% dibandingkan dengan kuat geser ultimit balok beton bertulang biasa.
Copyrights © 2016