Sisi terang, samar-samar, dan gelap globalisme telah dan sedang membanjiri sudut-sudut bumi manusia, yang kemudian dilabeli dengan ‘desa buana’ (global village). Konsekwensi logisnya adalah semua manusia dalam lintas budaya, ideologi, dan agama, terus menerus melakukan komunikasi secara lintas budaya pula. Budaya lokal, sebagai topik bahasan ini, secara sadar maupun tidak akan terus mengalami perubahan, baik dan buruk, seiring dengan dinamika budaya globalisme yang nyaris netral etis. Bahasa komunikasi, baik verbal maupun non-verbal merupakan alat komunikasi lintas budaya. Tujuh unsur kebudayaan oleh Koentjaraningrat akan selalu digunakan secara dinamis oleh kebudayaan lintas suku, agama, etnik, dan kepercayaan di penjuru buana ini. Penguatan dan pendidikan budaya, yakni gerakan literasi budaya, adalah suatu proses penguatan budaya lokal dalam dinamikanya dengan masyarakat di lingkup domestik maupun internasional.
Copyrights © 2019