Desa Banyuurip, kecamatan Kedamean, kabupaten Gresik, mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan penjual bunga serta tanaman hias. Dusun Miru dan Dusun Pendem di Desa Banyuurip terkenal dengan tanaman hias berkualitas ekspor. Sebagian stand bunga di Desa Banyuurip juga menawarkan jasa pembuatan taman di kota-kota sekitar. Melihat pertumbuhan yang baik dalam hal pertanian bunga dan tanaman hias maka membuka peluang bagi Desa Banyuurip untuk menjadi kampung wisata bunga di kabupaten Gresik. Dengan begitu banyaknya stand bunga di Desa Banyuurip menyebabkan banyak limbah sampah organik berupa daun-daun kering dan tanaman bunga yang telah layu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang layout fasilitas pengolahan limbah sampah organik menggunakan metode Systematic Layout Planning. Dari hasil penelitian, didapatkan lima stasiun kerja yang dirancang antara lain tempat penampungan sampah dengan luas 3,75 m2, stasiun kerja pencacahan sampah dengan luas 5 m2, stasiun kerja pemrosesan fermentasi dengan luas 18 m2, stasiun kerja penyaringan pupuk dengan luas 10 m2, dan stasiun kerja pengemasan pupuk dengan luas 5 m2.
Copyrights © 2022