Subjek seorang remaja perempuan berusia 17 tahun yang mengalami disabilitas intelektual dan memiliki keterbasan fisik. Subjek memiliki kepercayaan diri yang rendah. Ia selalu pesimis dengan keadaannya, sering cemas, pribadi yang tertutup, tidak mampu menyampaikan pendapatnya dan membatasi diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Ia juga merasa tidak mampu dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan pesimis terhadap masa depannya. Metode asessment dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan The Mental Health Confidence Scale, dan tes inteligensi menggunakan tes Standford Binet. Intervensi yang diberikan berupa penerapan teknik modelling agar subjek lebih percaya diri. Hasil dari pemberian intervensi ini membuat perilaku subjek mengalami perubahan, subjek lebih banyak berinteraksi dengan teman-temannya, mampu mengungkapkan pendapatnya, serta lebih optimis dalam menjalani hidup.
Copyrights © 2016