Mimbar PGSD Undiksha
Vol. 1 No. 1 (2013)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDE INQUIRY DAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA YEHEMBANG

Dw. Pt. Raka Rasana, Ragendra W., Ni Kt. Suarni (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2013

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry dan kelas yang belajar dengan model POGIL (Procces-Oriented Guided-Inquiry Learning). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas V SD di desa Yehembang. Sampel diambil dengan cara random sampling, didapatkan kelas V SDN 5 Yehembang sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas V SDN 3 Yehembang sebagai kelas ekperimen 2. Data yang digunakan adalah skor kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang dikumpulkan dengan tes soal cerita (dengan validitas butir r = 0,3557 s.d r = 0,928 dan indek reliabilitas Alpha Cronbach 0,824). Tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang digunakan berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang signifikan antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry maupun POGIL (thitung = 0,087 < ttabel = 2)   Kata-kata kunci : Guide Inquiry, POGIL, dan kemampuan menyelesaikan soal cerita

Copyrights © 2013