Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry dan kelas yang belajar dengan model POGIL (Procces-Oriented Guided-Inquiry Learning). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas V SD di desa Yehembang. Sampel diambil dengan cara random sampling, didapatkan kelas V SDN 5 Yehembang sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas V SDN 3 Yehembang sebagai kelas ekperimen 2. Data yang digunakan adalah skor kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang dikumpulkan dengan tes soal cerita (dengan validitas butir r = 0,3557 s.d r = 0,928 dan indek reliabilitas Alpha Cronbach 0,824). Tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang digunakan berjumlah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang signifikan antara kelas yang belajar dengan model Guide Inquiry maupun POGIL (thitung = 0,087 < ttabel = 2) Kata-kata kunci : Guide Inquiry, POGIL, dan kemampuan menyelesaikan soal cerita
Copyrights © 2013