Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok yang belajar menggunakan pendekatan Whole Language dengan kelompok yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yakni Nonequvalent Control Group Design. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman yang berjumlah 226 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas V SD N 7 Kesiman sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas V SD N 12 Kesiman yang berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar bahasa Indonesia mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok yang belajar menggunakan pendekatan Whole Language dengan kelompok yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih dari pada kelompok kontrol yaitu = 74,82 > = 69,7 dan hasil uji-t diperoleh thitung = 2,43 > ttabel (α= 0,05, 58) = 2,000. Oleh sebab itu penggunaan pendekatan Whole Language berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kertalangu Kesiman Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: Whole Language, hasil belajar bahasa Indonesia.
Copyrights © 2013