Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, tindak tutur, fungsi, dan faktor-faktor sosial yang terdapat dalam wacana peringatan berbahasa Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang mana data diperoleh secara kualitatif melalui observasi dan pencatatan. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural dan sosio-pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum peringatan dinyatakan secara tertulis dalam wacana singkat, baik dalam bentuk simbol ataupun kombinasi simbol dan kata-kata. Wacana ini bisa berupa kata, frase atau kalimat yang menunjukkan penggunaan tindak tutur direktif yang bisa dinyatakan dalam bentuk deklaratif, interogatif, imperatif, dan larangan. Untuk menunjukkan kehalusan dari tindak tutur direktif, banyak wacana peringatan yang menggunakan penanda kesantunan, seperti mohon, harap, maaf, terima kasih, silahkan, and mari. Meski begitu, ada juga peringatan yang tidak menggunakan penanda kesantunan untuk menunjukkan ketegasan peringatan tersebut dengan menggunakan kata-kata seperti Awas, Hati-hati, Perhatian, Berbahaya, and Ingat Kata-kata kunci: Peringatan, tindak tutur, penanda kesantunan
Copyrights © 2013