Diglosia dalam Penerjemahan: Suatu Tinjauan Ringkas Endang Dwi Hastuti Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara, Jl.Letjen Sujono Humardani No.1, Sukoharjo 57521.Tel. +62-0271-593156, fak +62-0271-591065 Abstrak Fenomena kebahasan dalam masyarakat multibahasa selalu menarik untuk dikaji. Salah satu fenomena tersebut adalah diglosia, yaitu penggunaan ragam atau bahasa tinggi (H) dan rendah (L) yang ditentukan oleh fungsinya. Ragam H digunakan dalam situasi-situasi resmi, sedangkan ragam L digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Ada beberapa kriteria diglosia, diantaranya adalah fungsi, prestise, warisan karya sastra, pemerolehan, pembakuan, stabilitas, dan leksikon. Dalam kaitannya dengan bilingualisme, jenis-jenis diglosia dapat dipetakan dengan suatu kuadran. Penerjemahan situasi diglosik yang terkandung dalam karya sastra ternyata menimbulkan kesulitann bagi penerjemah. Kata-kata kunci: Diglosia, Ragam H, Ragam L, Kuadran, Situasi diglosik.             Â
Copyrights © 2010