Norma dan Etika Sopan Santun antara Budaya Barat (Amerika)dan Budaya Timur (Indonesia)  Joko Suryono  Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Veteran Bangun NusantaraJl. S.Humardani No. 1 Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593156 Fax. (0271) 591065  Abstrak Dari tahun ke tahun mobilitas manusia antar negara semakin meningkat freskuensinya dan pemahaman identitas budaya setempat menjadi penting di samping bahasa. Dalam rangka memahami identitas budaya setempat, seseorang harus menyiapkan mentalnya untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat. Kebudayaan terbagi dalam 4 (empat) unsur pokok, yaitu: (a) Keluarga, (b) Alat-alat teknologi, (c) Sistem ekonomi, dan (d) Kekuatan politik. Kebudayaan bukanlah sebuah konsep dalam hubungan makna-makna individu semata, namun ada kolektifitas yang merujuk pada makna-makna yang terbagi/digunakan bersama. Terdapat tiga perbedaan dalam konseptualisasi identitas budaya yaitu; (1) Subyek pencerahan, (2) Subyek sosiologis, dan (3) Subyek postmodern. Identitas budaya dibuat di sekitar perbedaan mendasar, tidak hanya direfleksikan berkaitan dengan sesuatu yang ditetapkan dan alami tetapi hal tersebut meliputi proses âmenjadiâ. Selain keempat hal tersebut, ada beberapa istilah lain yang juga perlu dipahami dalam rangka perjalanan seseorang memasuki budaya negara lain. Istilah-istilah tersebut adalah âCultural Shockâ. Cultural shock merupakan kondisi psikis seseorang yang tidak memiliki âpengetahuanâ mengenai identitas budaya asing, yang dihubungkan dengan situasi khusus antar budaya, sehingga orang tersebut cenderung menerapkan budaya yang dia miliki untuk menghadapi budaya asing tersebut. Identitas budaya yang berbeda juga mempunyai norma dan etika sopan santun yang berbeda pula antara negara satu dengan yang lainnya. Dalam pemaparan contoh di sini akan dimulai dari konsep polite fiction yang diambil, potret masing-masing polite fiction di negara Amerika dan Indonesia, cultural conflict yang ditemui, dan terakhir tentang cultural resolution-nya. Kata kunci : budaya, identitas budaya, lintas budaya, polite fiction
Copyrights © 2010