PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TELAAH YURISPRUDENSI MELALUI METODE DIALOG SOCRATES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA oleh I Komang Rika Adi Putra, NIM 0912011006 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada dengan menerapkan model pembelajaran telaah yurisprudensi melalui metode dialog Socrates. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Sukasada sebanyak 24 orang siswa dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X3. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga metode (1) observasi, (2) tes, dan (3) wawancara. Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian pada tes mengungkapkan pendapat melalui metode dialog Socrates menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran telaah yurisprudensi melalui metode dialog Socrates dapat meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase ketuntasan siswa. Data refleksi awal menunjukkan bahwa siswa yang tuntas pada kompetensi dasar mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel atau buku) sebesar 37,5 %. Pada siklus I, siswa yang tuntas sebesar 54,16% dan pada siklus II, siswa yang tuntas sebesar 79,16%. (2) Langkah-langkah yang tepat dalam penerapan model pembelajaran telaah yurisprudensi melalui metode dialog Socrates meliputi, a) menyampaikan materi yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teknis pembelajaran yang dalam hal ini penyampaian sintak model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran tersebut, b) memutar sebuah video mengenai masalah yang akan diperdebatkan. Menggunakan video sebagai alat bantu selain artikel yang dicari siswa membatu siswa dalam menganalisis fakta-fakta yang ditemukan, c) guru berperan seperti Socrates, memandu setiap kelompok yang berdebat, kegiatan ini akan dilakukan oleh guru berulang-ulang sampai setiap kelompok mendapat kesempatan untuk berdebat, dan d) setelah setiap kelompok telah mendapatkan kesempatan berdebat, kemudian guru bertanya kembali kepada siswa mengenai posisi atau sikap mengenai masalah yang diperdebatkan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Sukasada agar menerapkan model pembelajaran telaah yurisprudensi melalui metode dialog Socrates sesuai dengan langkah yang ditemukan dalam penelitian. Kata kunci : telaah yurisprudensi, dialog socrates, mengungkapkan pendapat
Copyrights © 2013