Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa antara siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis fenomena berbantuan E-Learning dan siswa yang belajar dengan pembelajaran langsung berbantuan E-Learning. Penelitian berupa quasi eksperiment dengan rancangan one way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Singaraja tahun ajaran 2020/2021. Terdiri dari 9 kelas sebanyak 303 orang. Pemilihan sampel menggunakan random assignment. Terdapat 4 kelas yang dipilih sebagai sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 137 orang yang meliputi 67 orang di kelas eksperimen pertama dan 70 orang di kelas kontrol. Data dianalisis secara deskriptif dan analysis MANCOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis fenomena menunjukan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar lebih baik dibandingkan kelompok siswa dengan pembelajaran langsung. Kata-kata kunci: pembelajaran berbasis fenomena, kemampuan berpikir kritis, motivasi
Copyrights © 2022