Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan empati siswa normal tehadap anak berkebutuhan khusus ditinjau dari jenis sekolah (inklusi dan reguler). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif komparatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150 siswa normal, yang terdiri dari 75 siswa normal sekolah inklusi dan 75 siswa normal sekolah reguler dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala empati terhadap anak berkebutuhan khusus yang disusun peneliti berdasarkan teori dari Eisenberg (2002) yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan 2 aspek empati. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan independent sampel t-test dengan bantuan program SPSS 23.00 for windows. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan empati siswa normal tehadap anak berkebutuhan khusus ditinjau dari jenis sekolah (inklusi dan reguler). Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh nilai T-Test sebesar 7,490 dengan nilai signifikansi 0,000 (P lebih dari 0,05), artinya hipotesis penelitian diterima. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu terdapat perbedaan empati siswa normal tehadap anak berkebutuhan khusus ditinjau dari jenis sekolah (inklusi dan reguler). Sekolah inklusi memiliki (M = 154,56) lebih tinggi daripada sekolah reguler (M = 138,08).
Copyrights © 2018