Mesin combing adalah salah satu mesin dari serangakaian prosespembuatan benang khususnya benang combed. Fungsi utama mesin combing adalah memisahkan serat panjang dengan serat pendek disamping memperbaiki kerataan panjang serat(uniformity) sehingga akhirnya benang yang dihasilkan bermutu tinggi. Fungsi dari mesin combing tersebut dapat dicapai apabila setting tepat. Sehingga usaha untuk mendapatkan mutu sliver yang diinginkan, terutama dalam ketidakrataan bisa dicapai maka penulis melakukan percobaan dan penelitian dengan mengubah setting kedalaman ssisir atas mesin combing VC 250. Dengan penelitian ini dapat diketahui seberapa besar pengaruh faktor tersebut terhadap ketidakrataan sliver kapas pada mesin combing VC 250. Metode yang digunakan adalah kualitatif monofaktor dengan 4 perlakuan dan menggunakan replikasi 3 kali dimana faktor tersebut : faktor nilai kedalaman sisir atas yaitu : 2.5 mm , 3.0 mm, 3.5 mm, 4,0 mm. Dari hasil pengamatan dengan metode Anova satu jalur (monofaktor) dan uji lanjut LSD dengan kontrol, dengan empat perlakuan kedalaman sisir atas Tedapat pengaruh kedalaman sisir atas sangat sigifikan terhadap ketidakrataan (U%) sliver combing antara kedalaman sisir atas.
Copyrights © 2020