Interaksi sosial yang terjadi tidak selalu bersifat positif untuk itu perlu dilakukan pembelajaran yang dikembangkan atas dasar tujuan sosial agar dapat selalu mengarah kepada hal yang positif (asosiatif) dan menurunkan hal yang negatif (disosiatif) melalui pembelajaran pendidikan jasmani. metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pretes-posttest control group desain. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini diberikan perlakuan dengan model cooperatif learning tipe TGT dan kelompok kontrol dengan model konvensional (direct teaching). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP BPK Penabur Cimahi yang terdiri dari tiga kelas dengan jumlah 94 siswa, sampel yang digunakan adalah 60 orang siswa dengan teknik two-stage random sampling, instrumen yang digunakan berupa angket proses interaksi sosial dengan pengolahan data menggunakan uji Manova. Hasil menunjukkan Terdapat perbedaan interaksi sosial dalam kontek asosiatif dan disosiatif antara yang menggunakan model cooperative learning tipe TGT dengan model konvensional. Model cooperative learning tipe TGT dapat dijadikan rujukan dalam rangka peningkatan aspek afektif siswa serta diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak dari penggunaan model pembelajaran kooperatif terhadap unsur lain seperti kognitif siswa, empati, tanggung jawab, dan kecerdasan emosional.
Copyrights © 2017