Penelitian ini bertujuan ingin melihat bagaimana tingkat VO2 Max mahasiswa setelah atau dalam masa pandemi di lihat dari gender dan usia. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitiann deskriptif. Partisipan yang digunakan sebanyak 48 mahasiswa yang diambil menggunakan sampling icidential berasal dari populasi sebesar 83 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan didalam penelitian ini menggunakan bleep test. Teknik analisis data dengan menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tingkat VO2 Max mahasiswa setelah atau dalam masa pandemi di lihat dari gender dan usia berada dalam kategori jelek. Perkuliahan dengan menggunakan model konvesional tidak dapat mempertahankan VO2 Max mahasiswa. Sehingga perlu pemberian program yang baru dalam mempertahankan VO2 Max minimal dalam aktivitas fisik karena aktivitas fisik erat hubungannya dengan VO2 Max.
Copyrights © 2021