Litera
Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016

STRATEGI KEBAHASAAN PRESIDEN JOKOWI DALAM MENANAMKAN IDEOLOGI DAN MANIFESTO PEMERINTAHAN

Rangga Asmara (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2016

Abstract

STRATEGI KEBAHASAAN PRESIDEN JOKOWIDALAM MENANAMKAN IDEOLOGI DAN MANIFESTO PEMERINTAHANRangga AsmaraFKIP Universitas Tidaremail: asmara@untidar.ac.idAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kebahasaan Presiden Jokowi dalammenanamkan ideologi dan manifesto pemerintahan.Penelitian menggunakan analisiswacana kritis model van Dijk. Sumber data penelitian adalah teks pidato Presiden Jokowiberjudul Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi. Pengumpulan data menggunakananalisis dokumen dengan menelusuri struktur mikro dan makro. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat empat strategi kebahasaan, yaitu strategi leksikon, stilistika,pronomina, dan sintaksis. Pada strategi leksikon dan stilistika ditemukan kosakata yangbervisi kelautan dan kerja sehingga membedakannya dengan presiden sebelumnya danmencitrakan diri sebagai penjelmaan Soekarno. Pada strategi pronomina, Jokowi berusahamengacaukan struktur dan mengaburkan makna pronomina: saya, kami, kita, dan rakyatsehingga membangkitkankemenyatuan. Pada strategi sintaksis digunakan kalimat positifdan negatif untuk menokohkan diri (glorifikasi).Kata kunci: strategi kebahasaan, ideologi, dan manifesto pemerintahanPRESIDENT JOKOWI’S LANGUAGE STRATEGIESIN INCULCATING THE IDEOLOGY AND GOVERNMENT’S MANIFESTOAbstractThis study aims to describe President Jokowi’s language strategies in inculcating theideology and government’s manifesto. It employed van Dijk’s critical discourse analysismodel. The data source was Jokowi’s speech text entitled Di Bawah Kehendak Rakyat danKonstitusi. The data were collected using document analysis by tracing micro- and macrostructures.The findings show that there are four language strategies, i.e. lexical, stylistic,pronominal, and syntactic strategies. In the lexical and stylistic strategies, there are somewords referring to marine and work, distinguishing Jokowi from the former presidents andcreating his image as the incarnation of President Soekarno. In the pronominal strategy,Jokowi tries to turn the structure upside down and to blur the meanings of the pronounssaya, kami, kita, and rakyat in order to stimulate the unity. In the syntactic strategy, heuses both positive and negative sentences for his glorification.Keywords: language strategies, President Jokowi, ideology, government’s manifesto

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

litera

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the ...